BATU BARA |Jenews.id – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) mengungkapkan perkembangan terbaru proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 di Mempawah. Proyek ini merupakan ekspansi dari SGAR Fase 1 yang telah lebih dulu dikembangkan.
Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengatakan saat ini perusahaan tengah merampungkan sejumlah tahapan krusial sebelum memasuki fase konstruksi. Progres proyek kini berada pada tahap finalisasi penyusunan bankable feasibility study serta proses pengambilan keputusan investasi atau Final Investment Decision (FID).
“FID sendiri kita targetkan di tahun ini, dan tetap akan melaksanakan proses EPC serta penyelesaian sampai akhir tahun 2028, sehingga dapat beroperasi di awal 2029 bersama dengan smelter yang kedua,” ujar Melati dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI.
Di sisi lain, Melati menjelaskan pembangunan SGAR Fase 2 sangat bergantung pada realisasi proyek smelter aluminium kedua di Mempawah. Seluruh produksi alumina dari SGAR Fase 2 dirancang untuk memasok kebutuhan smelter tersebut.
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi memulai pembangunan proyek melalui agenda groundbreaking di Mempawah pada 6 Februari 2026.
Proyek dengan nilai investasi US$ 882 juta atau sekitar Rp14,8 triliun ini dibangun melalui kolaborasi antar-BUMN dan anak usaha MIND ID, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Dioperasikan melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), proyek ini akan memproduksi 1 juta ton alumina per tahun. Dengan tambahan produksi dari SGAR Mempawah Fase 1 yang telah beroperasi, total kapasitas produksi alumina di Mempawah akan mencapai 2 juta ton per tahun.(Ros)













