Simalubgun l Jenews.id, Bobroknya pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtalihou Kabupaten Simalungun, menimbulkan pandangan negatif di kalangan masyarakat. Hal ini semakin memanas, ketika adanya informasi kebocoran anggaran sebesar RP. 7 milyar rupiah yang raib dan tidak jelas pertanggungjawabannya.
Menurut Narasumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, terbongkarnya kebocoran uang perusahaan air tersebut, bermula dari gelar rapat bersama, antara Direktur PDAM Tirtalihou, jajaran Dewan Pengawas bahkan Sekda Simalungun.
Kebocoran keuangan terungkap di dalam rapat, ketika management PDAM tidak bisa merinci kemana aliran dana sebanyak Rp 7 miliar rupiah, bukan salah pembukuan, diduga uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi pejabat di PDAM itu, temuan paling signifikan terjadi pada periode Tahun 2022 hingga 2024 lalu.
Kemudian diduga sejumlah aliran dana juga disebut-sebut ikut mengalir ke rekening Direksi PDAM Tirtalihou dan ada juga mengalir ke rekening yang tak bisa dipertanggungjawabkan.
Sementara Direktur utama PDAM Tirtalihou Dodi Ridowin Mandalahi ketika dikonfirmasi sejumlah awak media di kantornya di pematang Raya terkait dugaan korupsi sebesar 7 miliar. Senin (23/2/2026), Dody Ridowin Mandalahi, membantah semua kabar tersebut. “Persoalan ini tidak benar, kalau memang dugaan ini benar soal adanya penggelapan dana sebanyak Rp 7 milyar seperti yang di beritakan di media, saya siap dilaporkan ke pihak Penegak Hukum”. Kata Dodi kepada sejumlah awak media.
Ia juga menerangkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, pendapatan Perusahaan PDAM Tirtalihou setiap bulannya bisa mendapatkan sebanyak Rp 2,1 miliar dari 40 ribu pelanggan aktif, sedangkan kebutuhan perusahaan Rp 1,8 miliar per bulan.
Kemudian pelanggan setiap bulannya hanya bisa terkumpul 60 persen atau sekitar Rp 1,2 miliar dari target Rp 2,1 miyar per bulan, hal ini terjadi karena adanya tunggakan tagihan dari pelanggan. Sampai saat ini diperkirakan tunggakan pelanggan mencapai Rp 15 miliar.
Untuk lebih jelasnya kita tunggu saja hasil audit BPKP bulan april nanti. Ucapnya saat ditemui. (Dosi)













