BATU BARA, Jenews.id – Jenews.id – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan Gold dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan program pemberdayaan masyarakat Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani yang dikembangkan di Desa Kuala Tanjung.
Kepala Grup Layanan Strategis INALUM, Daniel Hutauruk, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kolaborasi perusahaan dengan masyarakat dalam mengembangkan program yang memberikan manfaat nyata, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Penghargaan ini bagi kami bukan sekadar pencapaian perusahaan, tetapi juga apresiasi atas proses dan kerja bersama masyarakat. Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani kami kembangkan dengan semangat untuk memperkuat kapasitas masyarakat, sehingga mereka dapat mengelola potensi yang ada di lingkungannya menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Daniel, Senin (19/10/2026).
ISDA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD) untuk mengapresiasi perusahaan dan lembaga yang menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Penilaian ISDA mengacu pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dengan berlandaskan prinsip ISO 26000 sebagai panduan tanggung jawab sosial.
Bank Sampah Berseri Dorong Ekonomi Sirkular
Salah satu program INALUM yang meraih penghargaan Gold adalah Bank Sampah Berseri. Program ini dikembangkan di Desa Kuala Tanjung dengan menerapkan pendekatan ekonomi sirkular, yakni mendorong masyarakat untuk memandang sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang dapat diolah dan memiliki nilai ekonomi.
Program tersebut rata-rata mampu mengelola 76.444,6 kilogram sampah organik dan 22.346,8 kilogram sampah anorganik setiap tahun. Upaya ini tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pelaksanaannya dilakukan melalui pengelolaan dan pemilahan sampah berbasis masyarakat, penguatan kelembagaan bank sampah, serta peningkatan partisipasi warga dan sekolah sebagai nasabah.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat didorong untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sampah sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi yang dihasilkan. Dengan demikian, program Bank Sampah Berseri memberikan manfaat ganda, yakni menjaga lingkungan dan membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Gubuk Jamur Dani Tingkatkan Produksi dan Pendapatan
Program kedua yang meraih penghargaan Gold adalah Gubuk Jamur Dani, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha budidaya jamur tiram putih.
Sebelum mendapatkan dukungan dari INALUM, Gubuk Jamur Dani memiliki kapasitas produksi sebanyak 90 baglog per hari, dengan hasil panen berkisar 3 hingga 8,5 kilogram per hari.
Melalui bantuan mesin steamer yang diberikan INALUM, kapasitas produksinya meningkat menjadi 270 baglog per hari. Peningkatan kapasitas tersebut turut mendongkrak hasil panen menjadi 7 hingga 22 kilogram per hari.
Dukungan perusahaan tidak hanya berupa bantuan peralatan, tetapi juga pendampingan untuk memperkuat proses budidaya dan mendorong pengembangan usaha agar lebih produktif serta berkelanjutan.
Saat ini, Gubuk Jamur Dani telah mempekerjakan lima orang. Usaha tersebut mampu membukukan pendapatan kotor sebesar Rp8,6 juta per bulan, dengan pendapatan bersih mencapai Rp3,609 juta per bulan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa dukungan yang tepat, disertai pendampingan berkelanjutan, dapat membantu masyarakat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas kegiatan usaha, dan menciptakan peluang kerja.
Melalui program ini, INALUM berupaya memastikan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan. Lebih dari itu, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Perkuat Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal
Keberhasilan Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani mencerminkan pendekatan INALUM dalam menjalankan program TJSL dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pemberdayaan.
Melalui penguatan kapasitas, peningkatan keterampilan, serta pengembangan potensi lokal, perusahaan berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
Daniel menegaskan, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup diukur dari besarnya bantuan yang diberikan. Hal yang lebih penting adalah kemampuan masyarakat untuk melanjutkan, mengelola, dan mengembangkan program secara mandiri.
“Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk mengembangkan kegiatan yang produktif. Dengan begitu, manfaat program dapat terus dirasakan dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Penghargaan ISDA 2026 menjadi motivasi bagi INALUM untuk terus mengembangkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
Dengan semangat tumbuh bersama masyarakat, INALUM berkomitmen melanjutkan berbagai inisiatif yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui program yang berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan, INALUM berharap potensi lokal dapat terus dikembangkan menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Ros)













