Simalungun l Jenews.id, Kepala Inspektorat Simalungun Roganda Sihombing diminta dicopot dari Jabatannya karena dinilai tidak becus menjabat sebagai kepala Inspektorat Pemerintah Kabupaten Simalungun. Hal itu disampaikan Sekretaris ALAMP AKSI Siantar – Simalungun Syahfii kepada media online Jenews.id. Rabu (23/6/2026) di salahsatu Kafe kota Pematangsiantar.
Melihat ketikmampuan Roganda sebagai kepala inspektorat dan adanya dugaan kuat bahwa setiap pemeriksaan oleh Inspektur selalu diselesaikan dengan uang, sehingga tidak ada efek jera bagi setiap ASN yang melakukan kesalahan. “Sebagai Kepala Inspektorat itu seharusnya punya ketegasan terhadap ASN di Pemerintahan supaya semua ASN menjunjung tinggi nilai – nilai kedisiplinan.” Ungkap syahfii.
Ia juga menilai Kepala Inspektorat Simalungun hanya duduk, diam dan terima gaji. Bagaimana mungkin negara ini bisa maju kalau penegak kedisiplinannya seperti itu, turunlah ke lapangan, ke Nagori – nagori banyak temuan disana.
Hingga saat ini, banyaknya persoalan di Pemkab Simalungun yang tidak jelas penyelesaiannya, tentu semuanya tidak terlepas dari pengawasan oleh Inspektorat.
Oleh karena itu, kita minta Bupati Simalungun Anthon Saragih agar segera mencopot kepala Inspektorat Simalungun. “Segera copot Roganda Sihombing,” tunjuklah yang agak berbobot, tidak seperti pejabat sekarang ini. Kata syahfii dengan tegas.
Syahfii sebagai pengurus Lembaga ALAMP AKSI Siantar – Simalungun ini menyatakan siap turuk ke jalan bila Bupati Simalujgun tidak segera mencopot pejabat seperti ini, sayang uang rakyat menggaji mereka, katanya.
Sementara Kepala Inspektorat Pemerintahan Kabupaten Simalungun Roganda Sihombing, ketika dikonfirmasi media online Jenews.id. Selasa (23/6/2026) di ruang kerjanya menyatakan siap untuk dicopot dari Jabatanya, asalkan seseai dengan regulasi yang ada.
“Saya siap dicopot apabila sesuai dengan regulasi yang ada.” Ungkapnya dengan nada enteng.
Dalam wawancara itu, ada beberapa hal yang dipertanyakan oleh awak media terkait kinerjanya sebagai Inspektur di Pemkab Simalungun, seperti kedisiplinan pegawai, banyaknya dugaan korupsi di dinas PUTR yang baru saja di demo di Kejatisu, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, masalah P3K dan terkait persoalan lainnya.
Pertemuan singkat itu, Roganda hanya mengatakan “bawa buktinya kemari supaya diproses, jangan asal kata – katanya.” Jawabnya dengan nada agak tinggi.
Mengingat sebelum masuk ke ruangannya, Roganda sudah mengatakan ada kerjaan lain sehingga konfirmasi terkait kinerjanya hanya sebentar. “Saya hanya punya waktu 5 menit.” Ucapnya kepada awak media. (TIM)













