BATU BARA, Jenews.id – Pemerintah Kabupaten Batu Bara resmi membuka Musabaqah Dai dan Daiyah (MDD) ke-1 Tingkat Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 sebagai langkah nyata mencetak generasi pendakwah muda yang berakhlak, berilmu, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Sabtu (1/8/2026). Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara, Rusian Heri, S.Sos., M.AP., mewakili Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A.
Dalam sambutannya, Sekda Rusian Heri menegaskan bahwa Musabaqah Dai dan Daiyah yang pertama kali digelar di tingkat kabupaten ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari juara, tetapi menjadi wadah pembinaan mental, spiritual, serta penguatan kapasitas generasi muda dalam berdakwah.
Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi dan kompleksitas tantangan kehidupan saat ini, keberadaan dai dan daiyah muda memiliki peran strategis dalam menyampaikan ajaran Islam yang damai, santun, dan membawa rahmat bagi seluruh alam.
“Dakwah yang menyejukkan akan menjadi kekuatan dalam menanamkan nilai-nilai moral, toleransi, persatuan, serta keharmonisan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema kegiatan tahun ini, “Membangun Generasi Dai dan Daiyah yang Berakhlak, Berilmu, dan Berdaya Saing dalam Mendukung Terwujudnya Batu Bara Bahagia, Religius, dan Berkemajuan,” sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Batu Bara yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara, lanjutnya, berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlakul karimah, serta spiritualitas yang kokoh sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.
Kepada seluruh peserta, Sekda berpesan agar menjadikan Musabaqah Dai dan Daiyah sebagai sarana belajar, menambah pengalaman, mengasah kemampuan berdakwah, sekaligus memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk tampil percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
“Menang atau kalah adalah hal yang biasa, tetapi keberanian untuk berdiri di jalan dakwah merupakan kemenangan yang jauh lebih besar,” tutupnya.(Ros)













