Jakarta | jenews.id – Selaku Ketua Harian DPP Partai Ummat, Heikal Safar, sangat berharap mendorong dan agar pengawasan ketat terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027 yang mencapai Rp 4.106,3 triliun cukup Fantastis.
Dan disampingi Ketua Harian DPP Partai Ummat ada juga Bapak Indra Jaya selaku, Ketua Tim pemenangan Prabowo Subianto (GNCP) Gerakan Nasional Cinta Prabowo 2019.
Juga sangat berharap agar APBN wajib diserahkan ke rakyat yang perbulan nya MBG tersebut Rp.15.000 per siswa, agar rakyat dapat merasakan nikmatnya dana tersebut perbulannya namun beliau adalah Ketua DPW Tim pemenangan PIS pendopo Indonesia Sejahtera ABW 2024″, Ungkap Indra.
Kemudian menurut Heikal, besarnya anggaran negara tersebut harus diimbangi dengan pengawasan dan efisiensi belanja agar penggunaannya tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Heikal sangat mendukung kinerja dan upaya Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong seluruh elemen masyarakat ikut mengawasi pengelolaan keuangan Negara.
Dan mirisnya pasal Dana APBN Rp 4.106,3 Triliun adalah uang rakyat yang wajib dijaga dari pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab,” Ungkap Heikal, Sabtu (07/11/2026).melalui Pesan WhastApp dari Ketua PIS Sumbar Indra Jaya.
Namun APBN 2027, telah disahkan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 29 September 2026.Berdasarkan postur anggaran yang disepakati pemerintah dan DPR, belanja negara ditetapkan sebesar Rp4.106,3 triliun, meningkat dari usulan awal pemerintah sebesar Rp4.097,2 triliun.
Dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, Selasa (29/9/2026) dipimpin langsung Ketua DPR RI Puan Maharani, dan seluruh fraksi DPR menyetujui RUU APBN 2027.
Dan disahkan menjadi undang-undang dengan postur tersebut, agar anggaran negara tahun depan dirancang mengalami defisit Rp671,16 triliun atau setara 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Selanjutnya, asumsi dasar ekonomi makro yang telah disepakati pemerintah dan DPR RI yaitu, pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, inflasi sebesar 2,5 persen, suku bunga SBN 10 tahun di kisaran 6,9 persen, dan nilai tukar rupiah pada kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kemudian, Indonesian Crude Price (ICP) atau minyak mentah disepakati sebesar 75 dolar AS per barel, dengan lifting minyak sebesar 612,5 ribu barel per hari dan lifting gas sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.
Adapun untuk pos belanja APBN 2027, rinciannya sebagai berikut:
• Anggaran Pendidikan sebesar Rp824,0 triliun
• Anggaran Perlindungan Sosial sebesar Rp539,7 triliun
• Anggaran Ketahanan Pangan sebesar Rp195,3 triliun “, Tutup Haikal.(SK)













