BATU BARA, Jenews.id – Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, dan sikap kritis bagi wartawan. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Konferensi Kerja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Bupati Batu Bara, Kompleks Perumahan Inalum Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Rabu (21/10/2026).
Mengusung tema “Bangkit Bersama PWI, Ciptakan Jurnalis yang Profesional dan Berkompeten”, konferensi kerja yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momentum bagi PWI Kabupaten Batu Bara untuk mengevaluasi organisasi, menyerap aspirasi anggota, serta merumuskan program kerja strategis ke depan.
Dalam sambutannya, Baharuddin mengapresiasi PWI Kabupaten Batu Bara yang terus menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Ia menilai PWI, sebagai organisasi wartawan yang berdiri sejak 1946, memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam perkembangan jurnalistik di Indonesia. Karena itu, PWI diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga marwah profesi kewartawanan.
“Wartawan harus profesional, harus punya integritas, dan harus kritis,” tegas Baharuddin.
Menurutnya, profesionalisme dan integritas merupakan fondasi penting bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Wartawan juga memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Baharuddin turut mengajak PWI Kabupaten Batu Bara memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara, khususnya dalam menyebarluaskan informasi mengenai program dan pembangunan daerah.
Ia berharap kolaborasi pemerintah daerah dan insan pers dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai berbagai program pembangunan sekaligus mendorong partisipasi publik dalam pembangunan Kabupaten Batu Bara.
Meski demikian, profesionalisme jurnalistik tetap menjadi landasan penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat senantiasa akurat dan berimbang.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Sumatera Utara, Farianda Putra Sinik, yang diwakili Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Drs. Rifki Warisan, mengapresiasi pelaksanaan Konferensi Kerja PWI Kabupaten Batu Bara Tahun 2026.
Menurut Rifki, konferensi kerja merupakan bagian penting dari kewajiban organisasi sekaligus forum untuk menghimpun masukan, mengevaluasi pelaksanaan program, dan merancang kegiatan yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PWI Kabupaten Batu Bara yang mampu melaksanakan konferensi kerja ini sebagai salah satu kewajiban organisasi,” ujarnya.
Rifki juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara, khususnya Bupati Baharuddin Siagian, atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap konferensi kerja ini mampu menghasilkan program yang konkret, memperkuat kelembagaan PWI, serta meningkatkan kompetensi dan kualitas wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Konferensi kerja tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PWI Sumatera Utara, S.R. Hamonangan Panggabean; perwakilan Kapolres Batu Bara, AKP P. Tamba; serta sejumlah akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Medan Area, yakni Dr. Taufiq Wal Hidayat, S.Sos., M.AP., Dr. Selamat Riyadi, S.E., M.I.Kom., Dr. Syafrizaldi, S.Psi., M.Psi., dan Dr. Abdul Haris, S.Ag., M.Si.
Hadir pula Ketua PWI Kabupaten Batu Bara, Muhammad Amin, bersama jajaran pengurus; Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kabupaten Batu Bara, Zuliani, beserta pengurus; serta Ketua PWI Serdang Bedagai, Sugiono, bersama jajaran dan para peserta konferensi kerja.
Dari unsur pemerintah daerah, hadir Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara, Rusian Heri; Kepala Dinas PUTR Kabupaten Batu Bara; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Batu Bara, Elpandi; serta Camat Air Putih dan Camat Sei Suka.
Melalui konferensi kerja ini, PWI Kabupaten Batu Bara diharapkan semakin solid dan mampu melahirkan program-program strategis untuk meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat integritas profesi, serta menjaga kualitas pemberitaan.
Profesionalisme dan integritas menjadi kunci agar pers tetap dipercaya masyarakat, sekaligus mampu menjalankan fungsi kontrol sosial dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui pemberitaan yang berkualitas.(Ros)













