Pematangsiantar I Jenews.id, Diakhir jabatannya sebagai Kepala Unit Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat Miswanto diduga melakukan penyalahagunaan Solar Bersubsidi, dimana Solar Bersubsidi tersebut tidak diperkenankan untuk industri.
“Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, pengguna BBM tertentu termasuk Solar subsidi hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum.
Terkait adanya dugaan penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Unit Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat, reporter Jenews.id mengkonfirmasi Kepala Unit melalui WhatsAppnya, Senin (8/7/2024) untuk mempertanyakan dugaan penyalahgunaan Solar Bersubsdisi tersebut. Namun belum selesai dipertanyakan Kepala Unit Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat Miswanto sepertinya kebingungan, ia sempat menscreenshot profil reporter Jenews.id dan ada tulisan selesaikan lalu dikirim kepada reporter Jenews.id, kemudian hasil screenshot dan tulisan itu dihapusnya kembali lalu dijawabnya sebentar Pak. Hingga berita ini diterbitkan Kelapa Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat bungkam dan tak menjawab pertanyaan yang dilayangkan dan seolah – olah dugaan penyalahgunaan Solar bersubisidi itu benar adanya.
Berselang beberapa waktu, terjalin komunikasi dengan Indra melalui WhatsApp, ia mengaku sebagai Humas Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat. Ia menjawab bahwa mereka sedang rapat dan Kepala Unit Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat Miswanto sedang tidak berada di Pematangsiantar.
“Pagi bang, saya humas ppks marihat bg? Kami sedang rapat,Pak mis sedang tidak di siantar bang, mengingat beliau sdh dekat2 memasuki masa pensiun.apa petunjuk bg manalu.? Indra humas.”
Menerima jawaban dari Humas Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat, reporter Jenews.id kembali mempertanyakan hal yang sama, hendak mengkonfirmasi Kepala Unit Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat, terkait dugaan penyalahgunaan solar Bersbusidi dan pengangkutan limbah B3.
Indra kembali menjawab bahawa mereka tidak ada menyalagunakan solar bersubsidi, pengangkutan limbah sudah sesuai SOP. Kalau kedepan ada temuan terkait penyalagunaan solar hal tersebut itu mungkin pribadi oknum, karena kepada supir kami sudah ingatkan dan arahkan harus mengunakan dexlite.
“Kami tidak ada menyalagunakan solar bersubsidi bang, pengangkutan limbah sudah sesuai SOP bang.
Kalau kedepan ada temuan terkait penyalagunaan solar hal tesebut itu mungkin pribadi oknum bang, karna kepada supir kami sudah ingatkan dan arahkan harus mengunakan dexlite bg.demikian bg.”
Namun saat ditanyakan apakah Kepala Unit Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat Miswanto pernah dipanggil oleh APH terkait dugaan penyalahgunaan Solar Bersubsidi dan berapa liter perbulannya Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat mengunakan Solar, reporter Jenews.id tidak mendapat kabar hingga berita ini ditayangkan. (Boang)