MEDAN | http://Jenews.id .-Ribuan prajurit TNI AD dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul untuk mengikuti seleksi masuk Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tahun 2026. Total ada 2.700 peserta yang akan memperebutkan kesempatan menyandang “Baret Merah” kebanggaan pasukan elit TNI AD yang bermarkas di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Setiap batalion diwajibkan mengirimkan 30 orang prajurit terbaiknya. Dengan komposisi 10 Bintara dan 20 Tamtama, seleksi ini menjadi ajang pembuktian siapa yang layak masuk ke pasukan khusus.

Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Brigjen TNI Romel Jangga Wardhana, S.E., M.I.Pol., M.Han. mengatakan seleksi ini digelar secara ketat dan bertahap. Para peserta akan diuji mulai dari kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani, kemampuan menembak, hingga uji ketahanan mental di medan berat.
“Kami ingin menjaring prajurit-prajurit terbaik dari seluruh satuan. Dari 2.700 peserta ini akan kami saring hingga tersisa yang benar-benar memiliki fisik, mental, dan loyalitas tinggi untuk menjadi anggota Kopassus,” ujarnya, Senin 10/8/2026.
Pantauan di lokasi seleksi, para peserta sudah menjalani pemeriksaan awal sejak beberapa hari lalu. Suasana penuh semangat terlihat dari barisan peserta yang datang dari berbagai Kodam, mulai dari Kodam Iskandar Muda hingga Kodam Cenderawasih.
Salah satu peserta dari Kodam I/Bukit Barisan, Sertu Yudi mengaku sudah mempersiapkan diri sejak lama.
“Siap lahir batin pak. Ini impian dari lama. Mau buktiin kalau kita bisa pakai jaket merah Kopassus,” katanya.
Seleksi Kopassus dikenal sebagai salah satu pendidikan militer tersulit di Indonesia. Tingkat gugur sangat tinggi karena menuntut daya tahan fisik dan mental luar biasa. Mereka yang lulus nantinya akan mengikuti pendidikan lanjutan di Pusdikpassus Batujajar dan berhak menyandang baret merah.
Dari 2.700 peserta, hanya sebagian kecil yang akan dinyatakan lulus. Mereka inilah yang akan menjadi garda terdepan TNI AD dalam berbagai operasi khusus, baik di dalam maupun luar negeri. (Bintang)













