BATU BARA | Jenews.id – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar US$142,8 juta atau sekitar Rp2,42 triliun (kurs Rp17.003). Capaian ini meningkat sekitar 15 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar US$123,7 juta.
Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), Melati Sarnita, menjelaskan bahwa pendapatan perusahaan terus menunjukkan tren pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir.
Pada tahun 2023, pendapatan perusahaan tercatat sebesar US$548 juta, kemudian meningkat menjadi US$716,9 juta pada 2024, dan kembali naik sekitar 10 persen menjadi US$785,7 juta pada 2025.
“Untuk kinerja keuangan konsolidasi, di tahun 2023 revenue kita baru di US$548 juta, ini naik ke US$716,9 juta di 2024 dan naik 10 persen di 2025 menjadi US$785,7 juta,” ujar Melati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI.
Menurutnya, peningkatan pendapatan tersebut juga diikuti kenaikan biaya operasional seiring dengan meningkatnya produksi. Pada 2024 total biaya naik sekitar 8 persen dibandingkan 2023, lalu kembali meningkat 7 persen pada 2025.
Meski demikian, laju pertumbuhan pendapatan tetap lebih tinggi dibanding kenaikan biaya, sehingga profitabilitas perusahaan tetap terjaga.
Dari sisi EBITDA, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) juga mencatat pertumbuhan signifikan. Setelah melonjak 121 persen pada periode 2023 ke 2024, EBITDA kembali tumbuh sekitar 60 persen pada 2025 menjadi US$208,7 juta.
Sementara itu, laba bersih juga menunjukkan tren positif. Pada 2023, laba bersih tercatat US$57 juta, naik menjadi US$123,7 juta pada 2024, dan kembali meningkat menjadi US$142,8 juta pada 2025.(Ros)













