• Latest
  • Trending
Waspada! Angka Kematian Akibat Diabetes Lebih Tinggi Daripada Covid-19

Waspada! Angka Kematian Akibat Diabetes Lebih Tinggi Daripada Covid-19

2 tahun ago
Pembukaan Munas XV UNIO Indonesia, Wali Kota Wesly Dapat Apresiasi atas Perhatiannya kepada Umat dan Gereja Katolik

Pembukaan Munas XV UNIO Indonesia, Wali Kota Wesly Dapat Apresiasi atas Perhatiannya kepada Umat dan Gereja Katolik

22 jam ago
Wali Kota Wesly Silalahi Terima Audiensi FKUB, Pematangsiantar Perkuat Kerukunan dan Toleransi

Wali Kota Wesly Silalahi Terima Audiensi FKUB, Pematangsiantar Perkuat Kerukunan dan Toleransi

22 jam ago
Wali Kota Cup Siantar Road Race 2026, Siantar Semakin Dikenal sebagai Kota yang Aktif Dalam Pengembangan Olahraga

Wali Kota Cup Siantar Road Race 2026, Siantar Semakin Dikenal sebagai Kota yang Aktif Dalam Pengembangan Olahraga

2 hari ago
Bupati Batu Bara Dorong Percepatan Irigasi, Tiga Daerah Pengairan Jadi Sorotan BBWS

Bupati Batu Bara Dorong Percepatan Irigasi, Tiga Daerah Pengairan Jadi Sorotan BBWS

3 hari ago
INALUM Naik Kelas! S&P Global Beri Rating BBB-, Proyek Hilirisasi Aluminium Makin Agresif

INALUM Naik Kelas! S&P Global Beri Rating BBB-, Proyek Hilirisasi Aluminium Makin Agresif

3 hari ago
Wali Kota Wesly Ajak SMSI Bersama Bangun Ekosistem Media yang Sehat

Wali Kota Wesly Ajak SMSI Bersama Bangun Ekosistem Media yang Sehat

3 hari ago
Wali Kota Wesly Terpilih Ikut KPPS Lemhannas Angkatan IV Tahun 2026

Wali Kota Wesly Terpilih Ikut KPPS Lemhannas Angkatan IV Tahun 2026

3 hari ago
Pelantikan PD Al-Washliyah Batu Bara, Serukan Menjaga Akidah dan Moral di Tengah Era AI

Pelantikan PD Al-Washliyah Batu Bara, Serukan Menjaga Akidah dan Moral di Tengah Era AI

4 hari ago
Revitalisasi SMAN Sukma Nias Sesuai Perencanaan, Kata Walikota Gunungsitoli

Revitalisasi SMAN Sukma Nias Sesuai Perencanaan, Kata Walikota Gunungsitoli

6 hari ago
Anggota DPRD Kabupaten Batu Bara dari Partai Gerindra Fahri Meilala Pimpin HKTI Kabupaten Batu Bara

Anggota DPRD Kabupaten Batu Bara dari Partai Gerindra Fahri Meilala Pimpin HKTI Kabupaten Batu Bara

6 hari ago
Sempat Diamankan Polisi, Ternyata Truk Bermuatan Kayu Itu Dilengkapi Dokumen

Sempat Diamankan Polisi, Ternyata Truk Bermuatan Kayu Itu Dilengkapi Dokumen

6 hari ago
Bupati Batu Bara Temui Jajaran INALUM, Dorong Pelabuhan Kuala Tanjung Jadi Pintu Ekspor Produk Lokal

Bupati Batu Bara Temui Jajaran INALUM, Dorong Pelabuhan Kuala Tanjung Jadi Pintu Ekspor Produk Lokal

7 hari ago
  • Beranda
  • Redaksi
  • Sumut
    • Medan
    • Deli Serdang
    • Pematang Siantar
    • Teb. Tinggi
    • Simalungun
    • Asahan
    • Batu Bara
    • Kepulauan Nias
    • Pakpak Bharat
    • Dairi
    • Samosir
    • Tanjung Balai
    • Dairi
    • Sergai
    • Tapanuli
    • Sumut Sekitarnya
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Politik
  • Internasional
  • Batam
  • Bisnis
  • Olahraga
  • LifeStyle
    • Budaya
    • Edukasi
    • Food & Drink
    • Resep Masakan
    • Kesehatan
    • Selebriti
    • Traveling
    • Wisata
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Gadget
    • Komputer
    • Software
Kamis, September 17, 2026
Kamis, September 17, 2026
  • Login
JeNews
  • Beranda
  • Redaksi
  • Sumut
    • Medan
    • Deli Serdang
    • Pematang Siantar
    • Teb. Tinggi
    • Simalungun
    • Asahan
    • Batu Bara
    • Kepulauan Nias
    • Pakpak Bharat
    • Dairi
    • Samosir
    • Tanjung Balai
    • Dairi
    • Sergai
    • Tapanuli
    • Sumut Sekitarnya
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Politik
  • Internasional
  • Batam
  • Bisnis
  • Olahraga
  • LifeStyle
    • Budaya
    • Edukasi
    • Food & Drink
    • Resep Masakan
    • Kesehatan
    • Selebriti
    • Traveling
    • Wisata
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Gadget
    • Komputer
    • Software
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Sumut
    • Medan
    • Deli Serdang
    • Pematang Siantar
    • Teb. Tinggi
    • Simalungun
    • Asahan
    • Batu Bara
    • Kepulauan Nias
    • Pakpak Bharat
    • Dairi
    • Samosir
    • Tanjung Balai
    • Dairi
    • Sergai
    • Tapanuli
    • Sumut Sekitarnya
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Politik
  • Internasional
  • Batam
  • Bisnis
  • Olahraga
  • LifeStyle
    • Budaya
    • Edukasi
    • Food & Drink
    • Resep Masakan
    • Kesehatan
    • Selebriti
    • Traveling
    • Wisata
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Gadget
    • Komputer
    • Software
No Result
View All Result
JeNews
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home LifeStyle Kesehatan

Waspada! Angka Kematian Akibat Diabetes Lebih Tinggi Daripada Covid-19

November 8, 2024
in Kesehatan
Waspada! Angka Kematian Akibat Diabetes Lebih Tinggi Daripada Covid-19

jenews.id

Pandemi Covid-19 membuat banyak orang menutup mata terhadap risiko penyakit lain yang juga memiliki tingkat bahaya yang sama atau bahkan lebih buruk.Diabetes salah satu penyakit yang tidak jarang diabaikan. Padahal, jika mengacu pada data, penyakit tersebut lebih berbahaya dibanding Covid-19.

Mengutip data, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Eka Hospital BSD, dr. Jimmy Tandradynata, Sp. PD menyebut, angka kematian akibat Covid-19 sejak pandemi dimulai pada akhir tahun lalu mencapai 1,6 juta jiwa.

“Angka ini sama dengan angka kematian akibat diabetes pada tahun 2016. Pada tahun 2019, angka kematian akibat diabetes dan komplikasinya itu adalah 4,2 juta jiwa,” ungkap dr. Jimmy dalam Bincang Sehat yang digelar oleh Kantor Berita Politik RMOL bertajuk “Diabetes & Covid-19” pada Jumat (18/12).

“Jadi 4,2 juta jiwa versus 1,6 juta jiwa di seluruh dunia. Jadi pertanyaannya, siapa yang lebih berbahaya? Diabetes pun tidak kalah berbahayanya dibanding Covid-19,” sambung dia.

Menurut dr. Jimmy, karena Covid-19 merupakan penyakit baru yang belum ditemukan obatnya, maka orang menjadi panik.

Tetapi sebaliknya, diabetes merupakan penyakit yang sudah ditemukan sejak ratusan tahun lalu. Obat dan cara pencegahannya pun sudah diketahui. Sayangnya, banyak orang yang tidak peduli.

Hal itu pun terbukti dengan angka. Ia menuturkan, 50 persen dari penderita diabetes di dunia tidak menyadari dirinya terkena penyakit tersebut.

Totalnya, pada 2019, terdapat 463 juta jiwa yang terkena diabetes di seluruh dunia. Sedangkan, sejak awal muncul, virus corona sudah menginfeksi 74 juta jiwa.

“Jadi orang tidak sadar diabetes ini bisa jadi sama atau bahkan lebih berbaaya dari Covid-19,” tekan dia.
Di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan banyak orang tinggal dan bekerja di rumah, risiko terkena diabetes pun, dikatakan dr. Jimmy menjadi lebih tinggi.

Diabetes salah satu penyakit yang tidak jarang diabaikan. Padahal, jika mengacu pada data, penyakit tersebut lebih berbahaya dibanding Covid-19.

Mengutip data, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Eka Hospital BSD, dr. Jimmy Tandradynata, Sp. PD menyebut, angka kematian akibat Covid-19 sejak pandemi dimulai pada akhir tahun lalu mencapai 1,6 juta jiwa.”Angka ini sama dengan angka kematian akibat diabetes pada tahun 2016. Pada tahun 2019, angka kematian akibat diabetes dan komplikasinya itu adalah 4,2 juta jiwa,” ungkap dr. Jimmy dalam Bincang Sehat yang digelar oleh Kantor Berita Politik RMOL bertajuk “Diabetes & Covid-19” pada Jumat (18/12).

“Jadi 4,2 juta jiwa versus 1,6 juta jiwa di seluruh dunia. Jadi pertanyaannya, siapa yang lebih berbahaya? Diabetes pun tidak kalah berbahayanya dibanding Covid-19,” sambung dia.Menurut dr. Jimmy, karena Covid-19 merupakan penyakit baru yang belum ditemukan obatnya, maka orang menjadi panik.

Tetapi sebaliknya, diabetes merupakan penyakit yang sudah ditemukan sejak ratusan tahun lalu. Obat dan cara pencegahannya pun sudah diketahui. Sayangnya, banyak orang yang tidak peduli.

Hal itu pun terbukti dengan angka. Ia menuturkan, 50 persen dari penderita diabetes di dunia tidak menyadari dirinya terkena penyakit tersebut.

Totalnya, pada 2019, terdapat 463 juta jiwa yang terkena diabetes di seluruh dunia. Sedangkan, sejak awal muncul, virus corona sudah menginfeksi 74 juta jiwa.”Jadi orang tidak sadar diabetes ini bisa jadi sama atau bahkan lebih berbaaya dari Covid-19,” tekan dia.Di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan banyak orang tinggal dan bekerja di rumah, risiko terkena diabetes pun, dikatakan dr. Jimmy menjadi lebih tinggi.

Kurangnya aktivitas fisik hingga mudah untuk memakan camilan manis membuat diabetes menjadi penyakit yang sangat mungkin diderita, bahkan oleh anak muda sekali pun. (ong/rls)

Previous Post

Arih Yaksana Bancin, SH: Apresiasi Keberanian Polri Berbenah dan Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Brigadir J

Next Post

Maling Sepeda Motor Kepergok Warga, Pelaku Dihajar Hingga Babak Belur

Next Post
Maling Sepeda Motor Kepergok Warga, Pelaku Dihajar Hingga Babak Belur

Maling Sepeda Motor Kepergok Warga, Pelaku Dihajar Hingga Babak Belur

JeNews

© jenews.id|2024

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Sumut
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Politik
  • Internasional
  • Batam
  • Bisnis
  • Olahraga
  • LifeStyle
  • Teknologi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Sumut
    • Medan
    • Deli Serdang
    • Pematang Siantar
    • Teb. Tinggi
    • Simalungun
    • Asahan
    • Batu Bara
    • Kepulauan Nias
    • Pakpak Bharat
    • Dairi
    • Samosir
    • Tanjung Balai
    • Dairi
    • Sergai
    • Tapanuli
    • Sumut Sekitarnya
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Politik
  • Internasional
  • Batam
  • Bisnis
  • Olahraga
  • LifeStyle
    • Budaya
    • Edukasi
    • Food & Drink
    • Resep Masakan
    • Kesehatan
    • Selebriti
    • Traveling
    • Wisata
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Gadget
    • Komputer
    • Software

© jenews.id|2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Artikel ini telah dilihat : 758 kali.