MEDAN | Jenews.id – Polisi belum mampu menangkap pelaku pembunuhan terhadap seorang pemilik kos bernama Netty. Sampai saat ini, pelaku yang disebut-sebut berinisial A yang merupakan penghuni kos korban itu masih berkeliaran.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Poltak Tambunan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan pelaku.
“Belum dapat pelakunya, masih kami cari. Kalau sudah dapat pasti ku kasih tahu,” kata Tambunan, Selasa (29/10/2024).
Ia juga menyebutkan, beberapa kendala yang dihadapi petugas sehingga pelaku belum mampu ditangkap.
“Main tunggal dia ini, handphonenya juga mati,” sebutnya.
Tambunan menjelaskan bahwa, diduga pelaku masih bersembunyi di wilayah Kota Medan
“Nggak ada (keluar kota), di Medan saja dia ini. Sudah kita cek semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa, petugas juga telah mengantongi identitas pelaku pembunuhan tersebut.
“Identitas sudah tahu. Mohon doanya,” kata Tambunan.
Sebelumnya, Seorang wanita pemilik warung sembako sekaligus kosan bernama Netty (60), ditemukan tewas di tempat usahanya Jalan Badak, Kecamatan Medan Area.
Menurut salah seorang saksi mata, Hartika Sari, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, pada Rabu (23/10/2024) sekira jam 07.30 WIB.
“Saya denger ada yang berantem waktu saya mau ngantar nasi, lalu terdengar suara ngorok,” kata Hartika kepada Tribun-medan, Rabu (23/10/2024).
Katanya, di saat bersamaan ia melihat ada seorang pria yang merupakan penghuni kos keluar dari tempat usaha milik korban. Saat itu, ia sempat menanyakan apa yang sedang terjadi kepada pria tersebut. Namun, penghuni kos tersebut langsung kabur sambil menenteng tas.
“Saya panik. Acek (penghuni kos) itu sudah bergegas ke luar, saya cegat, saya tanya katanya kakak (korban) itu gila,” sebutnya.
Ia yang penasaran langsung masuk ke dalam tempat usaha korban dan mendapatinya dalam keadaan tergeletak dan bersimbah darah. “Saya lihat sudah berdarah di kepalanya, sepertinya dia jatuh. Cuma posisi badannya luka-luka nggak saya perhatikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lingkungan 4, Kelurahan Pandau Hulu, Wiwid Syafitri mengatakan, korban merupakan warganya yang memiliki usaha kedai dan kosan di lingkungan 2 di Kelurahan yang sama.
“Saya pertama memanggil suaminya ke rumahnya, kebetulan rumahnya di lingkungan saya (lingkungan 4) kalau disini dia hanya toko dan kosan saja (lingkungan 2),” ujarnya kepada Tribun Medan di lokasi.
Wiwid mengatakan pertama kali melihat korban sekira jam 07.26 WIB dengan posisi tergeletak dengan beberapa luka dibagian tubuhnya.
“Saya tidak tahu pasti jam berapa kejadiannya, tapi saya sampai di sini (TKP) pukul 07.26. Korban tergeletak pas saya lihat. Kalau saya lihat setahu saja ada sayatan di pipi, dekat bahu dan di jari. Iya kemungkinan (dibunuh),” ungkapnya.
Wiwid pun mengatakan keseharian dari korban tidak ada yang menonjol. Menurutnya korban memiliki keseharian yang baik kepada masyarakat sekitar.
“Orangnya ibu ini baik, ramah dengan tetangga. Kalau anak kosnya saya kurang tahu. Sekarang (korban) sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk otopsi,” pungkasnya. (*/tr)














