No Result
View All Result
GUNUNGSITOLI l Jenews.id – Seorang oknum TNI-AD bernama Serka Aris Budi yang bertugas di Komando Distrik Militer (Kodim) 0213-Nias disebut jadi Pengawas (Supervisor) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Gunungsitoli.
Fakta itu terungkap berdasarkan pengakuan Manajer SPBU 14228352, Emy Dachi, kepada wartawan melalui sambungan via telephone Whatsapp.
Terungkapnya fakta berawal ketika Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKen) bersama dua Anggota Intel Kodim 0213-Nias mendapati satu unit kendaraan roda empat yang dikendarai Suardin Zai sedang memuat Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi jenis Pertalite, Sabtu (14/02/2026).
Tidak tangung-tangung, BBM bersubsidi tersebut di muat ke dalam sejumlah drum Piber dan Kaleng berukuran besar sekitar Pukul 06:00 Wib di SPBU 14228352 yang terletak di Jalan Diponegoro, Desa Sifalaete Tabaloho, Kecamatan Gunungsitoli.
Merasa curiga, Anggota Intel Kodim 0213-Nias disaksikan FARPKen kemudian memeriksa dokumen izin pengambilan BBM Subsidi. Setelah diperiksa, ternyata Anggota Intel Kodim 0213-Nias menemukan kejanggalan pada dokumen izin yang diperlihatkan Suardin Zai.
Karena menemukan kejanggalan pada dokumen izin yang diperlihatkan Suardin Zai, selanjutnya Anggota Intel Kodim 0213-Nias berencana membawa kendaraan beserta drum berisikan BBM bersubsidi ke Polres Nias untuk proses penindakan lebih lanjut.
Ditengah upaya Anggota Intel Kodim 0213-Nias, dengan mengendarai sepeda motor Serka Aris Budi yang diketahui bertugas pada Bamin Unit Intel Kodim 0213-Nias datang mempertanyakan maksud kedatangan Anggota Intel Kodim 0213-Nias dan FARKeN seraya mempersilahkan Suardin Zai melanjutkan pengisian BBM bersubsidi ke dalam drum.
“Apalagi di vidiokan. Udah isi aja sesuai dengan surat, jangan nanti ada masalah segala macam. Kalau memang sudah sesuai surat sudah silahkan aja ya. Kita terganggu juga, kita mau isi minyak ini kok jadi ada ramai-ramai”, ucap Serka Aris kepada petugas SPBU dan Suardin Zai.
Mendengar ucapan Serka Aris, wartawan yang ikut dalam rombongan FARKeN mempertanyakan tujuan kedatangan Serka Aris dengan tetap mempersilahkan Suardin Zai melakukan pengisian BBM bersubsidi ke dalam drum. Mendengar pertanyaan itu, Serka Aris menyebut wartawan tidak perlu mempertanyakan.
“Gak perlu kau koreksi saya. Ngapain ku jelaskan sama kau, ngapain kalian ramai-ramai di sini. Gak ada ku ganggu kau, itu urusan mereka isi minyak. Gak perlu kalian ajak-ajak anggota saya memeriksa ini. Di situ ada surat mereka, kalau memang mereka mau mengisi biar mengisi. Nanti kalau memang tidak pas, kan ada polisi. Jangan ajak-ajak tentara untuk menyerahkan ini ke polisi “, teriak Serka Aris.
Curiga melihat gelagat Serka Aris, kemudian wartawan menghubungi Manajer SPBU 14228352, Emy Dari, melalui telephone Whatsapp untuk melakukan konfirmasi.
Kepada wartawan, Emy Dachi menerangkan bahwa dirinya yang menghubungi dan meminta Serka Aris untuk datang ke lokasi SPBU.
“Iya benar, karena diakan pengawas kita juga kita buat. Ya maksudnya kalau ada masalah, jadi sebagai pengawas di SPBU. Maksudnyakan mana tau ada semacam keributan kita hubungi dianya”, kata Emy singkat.
Meski sempat terlibat argumentasi cukup panjang, akhirnya kendaraan roda empat beserta enam drum berisikan BBM bersubsidi jenis Pertalite yang diduga tanpa dokumen izin diboyong Tim Buser Satreskrim Polres Nias setelah menerima informasi dari Anggota Intel Kodim 0213-Nias dan FARPKeN.
Sesampainya di Polres Nias, terlihat penyidik langsung melakukan pemeriksaan untuk meminta keterangan supir dan kernet dari kendaraan roda empat tersebut.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi diberikan pihak Kodim 0213-Nias terkait keberadaan Serka Aris sebagai Pengawas (Supervisor) di SPBU yang dipimpin Emy Dachi. Namun begitu, wartawan akan terus melakukan konfirmasi. (Ris)
No Result
View All Result