Samosir | Jenews.id, Geger anak bunuh ayah kandung di Samosir Sumatera Utara. Pembunuhan itu diduga karena sakit hati ditegur ayahnya karna melakukan pemukulan terhadap ibu kandungnya
Peristiwa berdarah ini terjadi di Dusun III, Desa Sihusapi, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (16/10/2021) sekira pukul 20.00 WIB.
Tersangka Budianto Situmorang (41) tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri, Sampe Raja Situmorang (65) warga Dusun III, Desa Sihusapi, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dengan cara menebas kepala korban hingga putus menggunakan parang.
Selain itu, pelaku juga mengeluarkan hati korban dari dalam perutnya dan menganiaya ibu kandungnya, Kostaria Simarmata hingga sekarat.
Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon ketika dikonfirmasi, Minggu (17/10/2021) membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pelaku membunuh ayahnya dengan memenggal kepala korban menggubakan sebilah parang dan juga tersangka melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya hingga sekarat.
“Motifnya diduga karena korban sakit hati ditegur oleh ayahnya karna melakukan pemukulan terhadap ibu kandungnya,” ungkap Josua.
Josua menerangkan, pelaku diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dan selama ini dipasung oleh orangtuanya di dalam rumahnya.
“Pelaku sudah diamankan. Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan dan rencana akan dibawa observasi ke rumah sakit jiwa,” pungkas Kapolres.
“Dia (Budianto) ini kan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Dari informasi yang kami dapatkan, ia pernah dipasung pada tiga bulan yang lalu,” kata Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Suhartono menambahkan.
Suhartono menerangkan, selama dipasung, Budianto Situmorang rutin diberi obat oleh ayahnya bernama Sampe Raja Tua Situmorang.
Bahkan, ibu pelaku, Kostaria Simarmata dengan sabar merawat anaknya yang ODGJ tersebut.
Setelah kondisinya dianggap stabil, orangtua pelaku kemudian melepas pasungan anaknya.
Namun nahas, pelaku yang mendadak kumat tiba-tiba saja menganiaya ibunya
Mungkin karena obatnya sudah habis, makanya kejadian seperti itu,” terang Suhartono.
Dalam kondisi kalap, Budianto mengambil kayu memukul kepala sang ayah.
Kemudian, dia menyeret tubuh sang ayah ke halaman.
Di sana, kepala Raja dipenggal anaknya
Bukan cuma itu saja, hati Raja dikeluarkan dari perutnya oleh Budianto.
“Saat kami amankan dia tidak melawan,” kata Suhartono.
Di Medan dia akan diobservasi di rumah sakit jiwa. (Putra)