BATU BARA |Jenews.id – Pemerintah Kabupaten Batu Bara menggelar apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (6/4/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, yang bertindak sebagai pembina apel. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah, para kepala OPD, camat, serta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Batu Bara.
Dalam amanatnya, Wabup Syafrizal menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Komitmen tersebut diperkuat melalui Surat Edaran Bupati Batu Bara Nomor 400.9.14/5435/2025 sebagai pedoman percepatan penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan di daerah.
Syafrizal juga menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah agar menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis dalam menentukan sasaran program. Hal ini bertujuan agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan efektif.
Selain fokus pada pengentasan kemiskinan, Pemkab Batu Bara juga terus mendorong pemberdayaan perempuan. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), berbagai program telah dijalankan, seperti penguatan ekonomi keluarga melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) serta pelatihan keterampilan bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).
Dalam bidang perlindungan anak, Kabupaten Batu Bara mencatat capaian positif dengan meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Pratama selama tiga tahun berturut-turut hingga 2025. Capaian ini didukung oleh keberadaan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.
Meski demikian, Wabup mengakui adanya peningkatan laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, hal tersebut juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor, seiring intensifnya sosialisasi dan pendampingan dari pemerintah.
Lebih lanjut, Syafrizal menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti anak jalanan, gelandangan, pengemis, keluarga miskin, hingga penyandang disabilitas.
Ia juga menyoroti penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar, yang membutuhkan koordinasi terpadu antara Dinas Sosial PPPA, pemerintah desa dan kecamatan, Bhabinkamtibmas, Dinas Kesehatan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Mengakhiri amanatnya, Syafrizal mengajak seluruh ASN menjadikan apel gabungan sebagai momentum untuk memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Dengan komitmen dan kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Batu Bara, kita optimistis mampu mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan bahagia,” tegasnya.(Ros)













