BATU BARA | Jenews.id – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Utara memperkuat konsolidasi organisasi dengan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus pelantikan kepengurusan DPD HKTI Sumatera Utara dan DPC HKTI kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Dalam agenda tersebut, Gus Irawan Pasaribu dipercaya memimpin DPD HKTI Sumatera Utara, sementara Ahmad Fahri Meliala, Anggota DPRD Kabupaten Batu Bara dari Fraksi Gerindra, dipercaya memimpin HKTI Kabupaten Batu Bara periode 2026–2031.
Kepengurusan baru HKTI Batu Bara tersebut menempatkan Ahmad Bakti sebagai Sekretaris dan Budianto Lubis sebagai Bendahara. Sedangkan Muhammad Rafik, yang dikenal sebagai politisi senior Gerindra, dipercaya sebagai Penasehat.
Pelantikan kepengurusan tersebut tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi diharapkan menjadi titik awal penguatan peran HKTI dalam mengawal sektor pertanian dan memperjuangkan kepentingan petani, khususnya di Kabupaten Batu Bara.
Ahmad Fahri Meliala menegaskan, HKTI Batu Bara akan mengambil posisi sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus menjadi wadah yang menyerap dan memperjuangkan aspirasi petani.
Menurutnya, program ketahanan pangan dan swasembada pangan yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk organisasi petani.
“HKTI Batu Bara siap mendukung dan mengawal program ketahanan pangan yang menjadi gagasan dan prioritas Presiden Prabowo. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk petani dan organisasi tani,” ujar Ahmad Fahri.
Potensi Pertanian Batu Bara Harus Dikawal
Ahmad Fahri menilai Kabupaten Batu Bara memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan, baik melalui sektor pertanian, perkebunan, peternakan maupun sektor pangan lainnya.
Namun, menurutnya, potensi tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor agar persoalan pertanian tidak ditangani secara parsial.
Karena itu, HKTI Batu Bara berencana membangun komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara, organisasi perangkat daerah terkait, kelompok tani, dunia usaha, akademisi serta berbagai elemen masyarakat.
“Kita ingin HKTI menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus menjadi corong dan penyambung aspirasi para petani. Apa yang menjadi persoalan petani harus kita dengarkan, kita perjuangkan dan kita carikan solusinya bersama pemerintah,” tegasnya.
Pupuk, Bibit hingga Pemasaran Jadi Perhatian, Ahmad Fahri menekankan, penguatan ketahanan pangan tidak boleh hanya diukur dari meningkatnya produksi. Aspek kesejahteraan petani juga harus menjadi perhatian utama.
Ia menyebut sejumlah persoalan yang selama ini menjadi tantangan petani, mulai dari ketersediaan dan akses pupuk, bibit, teknologi pertanian, produksi, pemasaran hasil pertanian hingga peningkatan pendapatan petani.
Menurutnya, seluruh persoalan tersebut membutuhkan solusi bersama antara pemerintah, petani, pelaku usaha dan organisasi tani.
“Petani harus sejahtera. Kalau petani sejahtera, regenerasi petani akan berjalan dan ketahanan pangan kita akan semakin kuat. Karena itu, HKTI Batu Bara akan berusaha hadir di tengah-tengah petani,” katanya.
HKTI Tak Boleh Berhenti di Struktur Organisasi, Ahmad Fahri juga meminta seluruh pengurus dan kader HKTI Batu Bara tidak menjadikan pelantikan sebagai akhir dari konsolidasi, melainkan sebagai awal untuk bekerja secara nyata di lapangan.
Ia menegaskan HKTI harus mampu hadir hingga ke tingkat petani dan mengetahui secara langsung kebutuhan maupun kendala yang dihadapi masyarakat tani.
“Kita ingin HKTI hadir sampai ke tingkat petani. Kita harus tahu apa kebutuhan petani dan apa yang menjadi kendala mereka. Dari sana kita membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder,” ungkapnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan HKTI Batu Bara periode 2026–2031, Ahmad Fahri berharap organisasi tersebut mampu memainkan peran lebih kuat dalam mengawal pembangunan sektor pertanian sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah.
Ia menegaskan, keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan memastikan petani mendapatkan dukungan dari hulu hingga hilir.
“Semangat kita jelas, petani kuat, pangan kuat, Indonesia berdaulat. HKTI Batu Bara siap bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkas Ahmad Fahri Meliala.(Ros)













