No Result
View All Result
GUNUNGSITOLI l Jenews.id – Sejak menduduki jabatan Dandim 0213/Nias sekitar Agustus 2025 lalu, Letkol Inf. Sampe Tua Butar-Butar S.I.P, berkomitmen penuh mewujudkan program prioritas Presiden Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.
Hal itu terlihat dari dukungan yang terus dilakukan Kodim 0213/Nias. Mulai dari percepatan pembuatan jembatan Bailley dan Aramco, monitoring pembangunan Koperasi Merah Putih (KDKMP), serta Makan Bergizi Gratis di seluruh wilayah se-Kepulauan Nias.
Di bawah kepemimpinan kepemimpinan Tua utar-Butar, upaya Kodim 0213/Nias terbilang cukup memuaskan. Dimana belakangan, kepercayaan masyarakat di lima Kabupaten/Kota se-Kepulauan Nias terhadap pencapaian dan keberhasilan kinerja TNI semakin meningkat tajam.
Tetapi ditengah pencapaian dan prestasi, terungkap pula fakta jika ada seorang oknum TNI AD bernama Serka Aris Budi Hulu yang bertugas sebagai Bamin Unit Intel Kodim 0213/Nias disebut menjadi Pengawas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Terungkapnya fakta mengejutkan publik tersebut berawal ketika dua anggota Intel Kodim 0213/Nias menerima informasi saat melakukan Torwil bahwa di SPBU 14228352 yang di Jalan Diponegoro Kecamatan Gunungsitoli sedang berlangsung pengisian BBM Bersubsidi jenis Pertalite tanpa mengantongi kelengkapan dokumen perizinan.
Mendapat informasi, selanjutnya dua anggota Intel Kodim 0213/Nias didampingi LSM dan Wartawan mengecek kebenaran. Tiba di lokasi SPBU, terlihat satu kendaraan roda empat melakukan pengisian BBM bersubsidi ke dalam drum berukuran besar.
Melihat itu, anggota Intel Kodim 0213/Nias kemudian memeriksa dokumen perizinan disaksikan LSM dan Wartawan yang melaksanakan tugas kontrol sosial. Setelah diperiksa, ditemukan kejanggalan pada kelengkapan dokumen perizinan yang diperlihatkan supir bernama Suardin Zai.
Selanjutnya, dua anggota Intel Kodim 0213/Nias berinisiatif mengamankan kendaraan roda empat bermuatan BBM bersubsidi ke Polres Nias. Namun ditengah koordinasi dengan kepolisian, Serka Aris datang diduga untuk menghadang pengamanan bahkan mempersilahkan pengisian BBM bersubsidi dilanjutkan.
Meski sempat diduga dihadang Serka Aris, Tim Buser Satreskrim Polres Nias yang sempat dihubungi datang memboyong kendaraan roda empat bermuatan BBM bersubsidi ke Polres Nias untuk diamankan.
Lebih ironisnya lagi, sejumlah wartawan yang mencoba mengkonfirmasi langsung maksud dan tujuan dari tindakan Serka Aris mendapat intimidasi verbal di lokasi.
Dikonfirmasi wartawan, Manajer SPBU 14228352, Emy Dachi, membeberkan bahwa selama ini Serka Aris Budi Hulu merupakan Pengawas SPBU yang dipimpinnya.
“”Iya benar, karena diakan pengawas juga kita buat. Ya maksudnya, kalau ada masalah. Jadi sebagai pengawas di SPBU, maksudnya mana tau ada semacam keributan kita hubungi dianya”, kata Emy singkat melalui telepon Whatsapp, Sabtu (14/02/2026).
Ditempat lain, Ketua Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKen), Edward Firdaus Lahagu S.Th, mengkhawatirkan pencapaian dan prestasi yang sukses dibangun Dandim 0213/Nias Letkol Inf. Sampe Tua Butar-Butar S.I.P rusak ditengah masyarakat Kepulauan Nias.
Edward menilai, sikap dan tindakan arogansi yang dipertontonkan Serka Aris dihadapan umum sangat bertentangan dengan UU Nomor 34 Tahun 2004, Peraturan Panglima TNI Nomor 44 Tahun 2015, serta Peraturan Disiplin Militer dan Kode Etik Prajurit TNI.
“Saya kira yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai hal lumrah. Jangan hanya karena Serka Aris, citra dan nama baik TNI menjadi buruk di mata masyarakat luas. Dandim harus tegas menindak Serka Aris, masyarakat menunggu”, ucapnya.
Edward menekankan, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut satu individu saja, melainkan juga prinsip dan integritas institusi TNI-AD.
“Indonesia adalah negara hukum. Tidak boleh ada aparat merasa kebal. Jika ada dugaan pelanggaran, harus diproses sesuai mekanisme hukum, termasuk melalui peradilan militer”, tandas Edward.
Sementara itu, Minggu (15/02/2026), Kasdim 0213/Nias, Mayor Inf. Elifati Zebua, mengakui bahwa sepengetahuan dirinya tidak ada istilah anggota TNI-AD menjadi pengawas SPBU.
“Sejauh ini kami masih menunggu, karena komandan masih berada di luar daerah. Jadi untuk sementara waktu, belum ada tindakan selanjutnya”, ucap Elifati sembari menutup telephone. (Ris)
No Result
View All Result